IKIP PGRI Pontianak Bersama Warga Ajarkan Anak-anak Kenali Karakter Baik dan Buruk Lewat Buku dan Bercerita

21 Juli 2022, 20:56 WIB
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia IKIP PGRI Pontianak bersama warga masyarakat adakan kegiatan membaca dan bercerita untuk anak-anak /Yulia Ramadhiyanti/KalbarTerkini

KALBAR TERKINI - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia IKIP PGRI Pontianak bersama warga masyarakat adakan kegiatan membaca dan bercerita untuk anak-anak.

Kegiatan tersebut dilakukan bertujuan untuk mengajarkan kepada anak-anak tentang karakter baik dan buruk.

"Saat ini bangsa Indonesia sedang dihadapi dengan masalah krisis moral.

Sehingga kami bersama warga Pal Pal 8, Gg Muhajirin mengajak anak-anak di lingkungan sekitar berusaha mengenalkan kepada mereka seperti apa karakter yang baik dan buruk,

agar menjadi contoh dan membuka pikiran mereka tentang yang benar dan yang salah melalui membaca buku dan bercerita," jelas Ketua PKM, Mesterianti Hartati, M.Pd.

Baca Juga: Genta Buana, SMA N 1 Segedong dan SMP N 17 Pontianak Juarai IKIP PGRI Pontianak Open Drumband Competition

Ia menambahkan, pada kegiatan tersebut anak-anak di lingkungan sekitar yang berjumlah 23 orang dibagi menjadi 6 kelompok dengan buku cerita yg berbeda.

"Mereka kemudian diminta untuk membaca cerita dan mengidentifikasi karakter baik dan buruk, nilai religi dari cerita yg dibaca.

Kemudian satu orang perwakilan dari kelompok menceritakan hasil temuan mereka," tambahnya.

Baca Juga: IKIP PGRI Pontianak Bersama Terra Weather Pte. Ltd Ajarkan Mahasiswa Gunakan Chatbot Sebagai Media Belajar

Kegiatan yang bertema Penanaman Nilai Karakter Berbasis Religius pada anak-anak melalui Kegiatan Bercerita kali ini diikuti oleh beberapa dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, di antaranya: Eti Ramaniyar M.Pd., Wiendi Wiranty, M.Pd., Muhammad Zikri Wiguna, M.Pd., dan Melia, M.Pd.

"Karakter anak perlu diarahkan sejak dini., dengan pertimbangan bahwa anak-anak masih mudah dibentuk karakternya.

"Derasnya arus globalisasi juga menimbulkan sisi negative yang mulai memengaruhi masyarakat khususnya anak-anak, di mana berada di fase kecendruangan untuk meniru apa saja yang mereka lihat," ujarnya.***

 

Editor: Yuni Herlina

Tags

Terkini

Terpopuler