Mantan Ajudan Putin Lumpuh: Diserang Senjata Biologis Rusia karena Tolak Perang di Ukraina?

- 5 Agustus 2022, 16:39 WIB
Terbaring sakit tak berdaya. Inilah foto terbaru dari Anatoly Chubais, mantan ajudan Vladimir Putin yang juga pernah menjadi pejabat tinggi Kremlin sebelum Putin dipromosikan sebagai Presiden Rusia
Terbaring sakit tak berdaya. Inilah foto terbaru dari Anatoly Chubais, mantan ajudan Vladimir Putin yang juga pernah menjadi pejabat tinggi Kremlin sebelum Putin dipromosikan sebagai Presiden Rusia /Ksenia Sobchak/ East2west News

KALBAR TERKINI - Dinas Rahasia Italia sedang menyelidiki kemungkinan bahwa kubu dari Presiden Rusia Vladimir Putin telah meracuni mantan ajudan Putin yakni Anatoly Chubais dengan senjata biologi.

Dalam sebuah foto yang diterima Mirror kemudian diterbitkan pada Rabu, 3 Agustus 2022, Chubais terbaring di suatu tempat yang kemungkinan sebuah rumah sakit di Italia, negara asalnya.

Chubais yang mengalami kelumpuhan, tidak pernah bisa menutup mata akibat penyakit itu, sebagaimana dilansir Kalbar-Terkini.com dari Mirror.

Baca Juga: Putin Gunakan Kembaran ke Iran, Budanov: Siapa yang Turun Terpincang-pincang di Teheran?

Kondisi ini didiagnosis sebagai gangguan neurologis langka dari sindrom Guillain-Barré, dan ada laporan bahwa dinas rahasia Italia terus menyelidiki kasus tersebut.

Chubais adalah pejabat Rusia paling senior yang mundur sebagai protes tentang perang di Ukraina.

Dia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai utusan Putin untuk organisasi internasional pada Maret 2022 kemudian meninggalkan Rusia.

Chubais dilaporkan telah menjadi pejabat tinggi Kremlin sebelum Putin dipromosikan ke pekerjaan pertamanya di pemerintah federal.

Baca Juga: Putin ke Iran Gandeng Gazprom Investasi 4 Miliar USD, Barat Pasti Gemetaran Menahan Murka!

“Kondisinya sudah stabil, tetapi Anatoly [Chubais] masih dalam perawatan intensif," kata jurnalis dan mantan calon presiden, Ksenia Sobchak.

Halaman:

Editor: Arthurio Oktavianus Arthadiputra

Sumber: Mirror


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x