Indonesia Terancam Kekeringan Hingga 2024 Akibat El Nino? Ini Penjelasan BMKG

- 18 Mei 2023, 21:17 WIB
Petani terancam  El Nino yang diperkirakan akan bertahan hingga 2024 mendatang.
Petani terancam El Nino yang diperkirakan akan bertahan hingga 2024 mendatang. /Antara/Ismar Patrizki

KALBAR TERKINI - Peluang terjadinya fenomena pemanasan lautan El Nino tahun ini disebut mencapai lebih dari 90 persen.

El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah.

Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia yang memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia.

Analisis terbaru BMKG bersama sejumlah lembaga lain seperti BRIN, ITB, dan IPB University pada Senin 8 Mei 2023 menunjukkan femomena Dipole Mode fase positif Samudra Hindia (IOD+) mulai terjadi pada Juni hingga Oktober 2023.

Baca Juga: Deretan Anak Muda Kalbar yang Lirik Kursi Legislatif, Wakili Kaum Milenial yang Kreatif di Bawah Payung NasDem

Berdasarkan prediksi El Nino dan IOD+ tersebut, bisa diperkirakan bahwa curah hujan di Indonesia selama musim kemarau 2023 akan lebih kering dibandingkan dengan tiga tahun sebelumnya, bahkan bisa lebih kering daripada rata-rata tahunannya.

Sebelumnya, pada 3 Mei 2023, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan ada kemungkinan 60 persen El Nino akan mulai terjadi antara Mei dan Juli.

Namun, pada 11 Mei 2023, National Atmospheric and Oceanic Administration (NOAA) AS merilis prediksi El Nino yang akan dimulai pada periode yang sama dengan La Nina.

Badan ini juga mengatakan kemungkinan 90 persen El Nino akan bertahan hingga 2024.

Baca Juga: JADWAL Perempat Final Piala Sudirman 2023, Indonesia Finis Sebagai Runner Up, Siapa Lawannya Besok?

"Perhatikan daerah tropis, dan jangan berkedip," tulis Nathaniel Johnson seorang ahli meteorologi di Laboratorium Dinamika Cairan Geofisika NOAA, dikutip dari LiveScience.

Peristiwa El Nino dan La Nino terjadi kira-kira sekali setiap dua hingga tujuh tahun sekali.

Namun, kemunculannya akhir-akhir ini menjadi lebih tidak menentu akibat dampak perubahan iklim.

Peristiwa El Nino biasanya berlangsung antara sembilan bulan hingga dua tahun tetapi bisa lebih lama dari prediksi tersebut.

Baca Juga: Rekap Hasil Piala Sudirman, Kamis, 18 Mei 2023, Indonesia Ditekuk Thailand 3-0, Gagal Jadi Juara Grup

Sejauh ini, tidak jelas seberapa kuat El Nino ini akan terjadi. NOAA memprediksi kemungkinan El Nino moderat; suhu permukaan laut akan naik 1º celcius, dan 55 persen kemungkinan terjadinya El Nino yang kuat, di mana suhu akan naik 1,5º celcius.

Para ahli juga mengkhawatirkan suhu permukaan laut yang tinggi akhir-akhir ini akan membuat El Nino akan datang menjadi lebih buruk.

Pada awal April, rata-rata suhu permukaan laut global adalah yang tertinggi dalam sejarah.***


el n

Editor: Yulia Ramadhiyanti

Sumber: Berbagai Sumber


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x