Pasukan Anak-anak Kurdi Amankan Kilang Minyak, Diklaim Korban Penculikan dari Suriah

- 23 Februari 2021, 19:06 WIB
PASUKAN ANAK- Prajurit anak-anak dibentuk YPG/ PKK. Mereka diculik dari berbagai wilayah Suriah dan digembleng di lokasi yang tidak diketahui. Foto ini dijepret pada 3 Agustus 2018./DAILY SABAH/FOTO AA/ /KALBAR TERKINI/OKTAVIANUS CORNELIS

ANKARA, KALBAR TERKINI - Milisi radikal Unit Pertahanan Rakyat (YPG) dari Partai Pekerja Kurdi (PKK) dilaporkan telah membentuk pasukan anak berusia belasan tahun. Mereka diklaim diculik dari berbagai wilayah di Suriah yang diduduki YPG.

Koran Daily Sabah melaporkan dari Ankara, Ibu Kota Turki, Senin, 22 Februari 2021, keberadaan pasukan anak ini terungkap lewat sebuah foto yang diperoleh sumbernya, diduga dibentuk pada 2018, dan baru sekarang terungkap. Lewat foto yang dijepret pada 3 Agustus 2018, bisa diartikan bahwa YPG telah memiliki serdadu-serdadu tangguh berusia muda.

Baca Juga: Kamp ISIS kian Terlantar, Seorang Anak Meninggal

 

 

 

Sabah Daily -yang merupakan media  pro-Pemerintah  Turki milik menantu Erdogan- menyebutkan bahwa selama bertahun-tahun YPG telah menculik dan merekrut paksa anak-anak di wilayah timur laut Suriah karena mereka memegang kendali di kawasan-kawasan itu.

Belum lama ini dilaporkan, YPG  telah menculik Silva Celal Miho (16) dari Desa Cibne, serta dua anak dari Desa al-Hacer yakni Ariyaba Ahmad Bahri (13)  dan Adnan Mohammad (15). Menurut warga, anak-anak mereka diculik untuk direkrut untuk mengamankan sumur minyak yang dikuasai YPG.

Keluarga mengaku diancam untuk melepaskan anak-anak mereka. Dilaporkan juga, YPG memiliki dokumen tentang hampir semua anak di wilayah tersebut. Sekitar 70 persen sumber minyak Suriah yang dijagag oleh pasukan anak ini, terletak di kawasan-kawasan yang sedang diduduki YPG. Di antaranya, bagian timur Provinsi Deir el-Zour di dekat perbatasan Irak, yang merupakan sumber energi terbesar di Suriah.

Halaman:

Editor: Oktavianus Cornelis


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X