Kamp ISIS kian Terlantar, Seorang Anak Meninggal

- 23 Februari 2021, 17:54 WIB
KAMP ISIS - Belasan ribu personel ISIS bersama keluarganya ditahan di Kamp al-Howld, Provinsi Hasakah, timur laut Suriah. Pelayanan kesehatan yang buruk memacu tinggonya angka kematian, termasuk seorang anak yang wafat pada Senin, 22 Februari 2021./WASHINGTON INSTITUTE/ /KALBAR TERKINI/OKTAVIANUS CORNELIS

HASAKAH, KALBAR TERKINI - Seorang anak meninggal dunia akibat minimnya perawatan kesehatan dan berbagai layanan lainnya di kamp tahanan ISIS di al-Howld, Provinsi Hasakah, timur laut Suriah, Senin, 22 Februario 2021.

Dilansir Kalbar-Terkini.com dari SANA dan Syrian Observer, Selasa, 23 Febriari 2021, kamp tersebut semakin memprihatinkan, karena diawasi ketat oleh  milisi separatis Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dukungan AS. Mereka dilaporkan bertindak sewenang-wenang dan secara tidak manusiawi telah  menahan ribuan warga sipil di kamp al-Howld.

Baca Juga: Roket Hantam Kedubes AS di Baghdad Dini Hari Ini

Warga di kamp al-Howl mengaku menderita karena tidak adanya semua layanan. Termasuk perawatan kesehatan sehingga memicu kematian puluhan warga dalam beberapa bulan terakhir. Sebagian yang meninggal adalah anak-anak.

Baca Juga: Nekat Tembus Ladang Ranjau, Cewek Israel ini 'Jalan-jalan' ke Suriah

Menurut rilis Washington Institute, 29 Juni 2020, kamp ini nenampung keluarga dari para anggota Negara Islam Irak (ISIS) yang kocar-kacir pada Maret 2020. Infrastruktur yang buruk dan kepadatan yang berlebihan, bukanlah hal yang baru di kamp al-Hawl. 

Al-Hawl, awalnya, didirikan sekitar 30 tahun lalu, sebagai kamp pengungsi bagi warga Irak yang melarikan diri dari perbatasan ke Suriah selama Perang Teluk I. Kamp ini dibuka kembali setelah invasi AS pada 2003 ke Irak, sebagai salah satu dari tiga kamp utama di perbatasan Suriah-Irak.  Posisinya berada di sepanjang daerah terpencil yang sebagian besar merupakan perbatasan.

Baca Juga: Jadi Bulan-bulanan Serangan di Irak, AS Kaitkan Eskalasinya dengan Iran

Sifatnya yang terisolasi, terbukti telah bermanfaat bagi ISIS untuk mempertahankan ideologinya di antara sekian banyak simpatisannya di situ. 

Halaman:

Editor: Oktavianus Cornelis


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X