Lakukan Hasutan Kekerasan, Facebook Hapus Akun Militer Myanmar 'Berita Benar'

- 22 Februari 2021, 15:16 WIB
Militer Myanmar Semakin Brutal, tambah tentara dan kerahkan Kendaraan Tempur /Reuters/Stringer

MYANMAR, KALBAR TERKINI – Dianggap melanggar aturan standar global Facebook, akun militer Myanmar secara resmi dihapus facebook sejak Minggu, 21 Februari 2021.

"Sejalan dengan kebijakan global kami, kami telah menghapus Halaman Tim Informasi Berita Benar Tatmadaw dari Facebook karena pelanggaran berulang terhadap Standar Komunitas kami,” ujar facebook melalui rilis resminya dilansir Kalbar-Terkini.com dari Reuters, Senin 22 Februari 2021.

Facebook dengan tegas melarang hasutan kekerasan dan mengoordinasikan tindakan merugikan. Penghapusan akun sosial Facebook menghapus laman utama militer Myanmar berdasarkan aturan yang melarang hasutan kekerasan.

Baca Juga: Kerusakan Mesin Setelah Lepas Landas, Boeing 777-200 Tujuan Hawaii Mendarat Darurat

“Sehari sebelumnya dua pengunjuk rasa terbunuh ketika polisi melepaskan tembakan kepada para demonstran yang menentang kudeta pada 1 Februari,” tulis rilis tersebut.

Militer Myanmar dikenal sebagai Tatmadaw. Halaman 'Berita Benar' tidak lagi tersedia di Facebook pada Minggu.

Juru bicara militer Myanmar tidak menanggapi panggilan telepon Reuters untuk meminta komentar.

Baca Juga: Laut Natuna Semakin Memanas, Citra Satelit Ungkap China Dirikan Pangkalan Militer Besar

Sebelumnya, dua orang tewas di kota kedua Myanmar, Mandalay, Sabtu 20 Februari 2021 ketika polisi dan tentara menembaki pengunjuk rasa yang menentang penggulingan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.

Saat itu menjadi hari paling berdarah selama lebih dari dua minggu aksi demonstrasi.

Facebook dalam beberapa tahun terakhir telah terlibat dengan aktivis hak-hak sipil dan partai politik demokratis di Myanmar dan melawan militer setelah mendapat kecaman internasional yang keras karena gagal menahan kampanye kebencian daring.

Baca Juga: Teroris Kurdi Sadar Serahkan Diri, Diklaim Hasil Persuasif Militer Turki

Pada 2018, media sosial itu melarang panglima militer Min Aung Hlaing yang sekarang berkuasa dan 19 perwira serta organisasi senior lainnya, serta menghapus ratusan halaman dan akun yang dijalankan oleh anggota militer untuk perilaku tidak autentik yang terkoordinasi.

Menjelang pemilihan umum pada November 2020, Facebook mengumumkan telah menghapus jaringan 70 akun palsu dan laman yang dioperasikan oleh anggota militer yang telah mengunggah konten positif tentang tentara atau kritik terhadap Suu Kyi dan partainya. ***

Editor: Slamet Bowo Santoso

Sumber: Reuters, ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X